Uji Fitur Honda Sensing Di All New Honda Accord Turbo, Nyetir Makin Yakin  

Uji Fitur Honda Sensing di All New Honda Accord Turbo, Nyetir Makin Yakin   Foto: Rio Fajar

Kabaroto.com – Ajakan PT Honda Prospect Motor untuk mencoba All New Honda Accord jelas tak bisa ditolak. Sedan menengah dengan penjualan terlaris di kelasnya ini punya segudang fitur baru, yang membuat KabarOto harus memisahkan artikel antar-bagian.

Kali ini cerita fitur terkini Honda Sensing yang tertanam di Accord generasi kesepuluh dengan mesin turbo ini ya.

Kumpul di daerah Senayan, jurnalis bareng ke proving ground Bridgstone di Karawang. Baru di sana bertemu rombongan sedan menengah Honda ini. Tak langsung berangkat, namun banyak penjelasan yang harus dipahami.

Teknologi yang baru saja ditanamkan adalah Honda Sensing. Jadi, teknologi ini berupa gabungan dari beberapa fitur Honda, misal CMBS (Collision Mitigation Braking System), FCW (Forward Collision Warning), LKAS (Lane Keeping Assist System), RDM (Road Departure Mitigation), LDW (Lane Departure Warning), ACC (Adaptive Cruise Control) dengan LSF (Low Speed Follow) dan Auto High Beam.

Baca juga: Profil Honda HR-V Facelift 2018

Paling awal, KabarOto kebagian mencoba fitur CMBS. Jadi fitur ini akan membuat All New Accord mengerem hingga berhenti, apabila ada objek atau halangan di depannya.

Sistemnya memakai kamera monocular pada bagian atas kaca depan, berkerjasama millimeter wave radar, yang terletak di bagian bawah bumper depan.

Jadi, Kabaroto menjalankan mobil di kecepatan sekitar 20 kpj. Lalu terdapat objek yang dibuat menyerupai bagian belakang mobil, pada jarak sekitar 100 m di depan.

Nah, begitu radar dan kamera membaca objek ini, komputer akan memberi peringatan terlebih dahulu pada layar spidometer dan bunyi alarm. Namun tanpa menginjak pedal rem ataupun gas, alias dibiarkan saja. Setelah jarak semakin dekat, All New Accord Turbo memerintahkan mobil untuk berhenti dan menyisakan jarak hanya sekitar 20 cm, antara bumper dan objek.

Namun mesti diingat, sistem ini tidak akan membaca apabila ada sepeda, motor atau objek lain yang tidak terlalu besar ya. Jadi masih tetap butuh pengendalian sopir. Pun setelah berhenti, pedal rem tetap harus diinjak, agar mobil tidak berjalan kembali dan malah menabrak halangan apapun di depan.

Warning lain soal fitur ini adalah , apabila CMBS telah bekerja beberapa kali, maksimal 5 kali. Mesin mesti dimatikan terlebih dahulu, agar fitur ini kembali aktif. Ini disebabkan komputer akan membacanya sebagai ‘kecelakaan’ yang disengaja.

Kelar jajal CMBS, giliran pindah rute untuk mencoba ACC, RDM dan LDW. Ketiganya berfungsi menjaga mobil tetap di jalurnya.

Baca juga: Profil Honda Mobilio RS 2018

Pertama saat mencoba ACC, All New Accord didekatkan ke Honda HR-V yang jadi lead car. Lalu aktifkan fitur ACC melalui tombol di setir. Jadi, ketika All New Accord sudah membaca ada mobil di depan yang bisa jadi patokan, komputer akan membuat mobil selalu berada di jarak ideal dengan kecepatan tertentu.

Harusnya, sistem ini bakal memudahkan apabila dipakai di kemacetan yang masih jalan sedikit-dikit. Sebab sopir tak perlu injak gas atau rem berulang, karena All New Accord bakal berjalan dengan sendirinya. Tapi harus tetap ingat pegang setir ya, jangan lepas begitu saja. Namun apabila sudah berhenti lebih dari 3 detik. Mesti pencet tombol Res pada setir, untuk berjalan lagi.

Radar yang terletak di bagian bawah bumper depan

Melanjutkan trek di proving ground Bridgestone, melaju di trek lurus, giliran LDW dan LKAS (Lane Keeping Assist System). Fitur ini berguna memperingati pengemudi, apabila mobil melewati marka jalan.

Sistem LDW dan LKAS baru akan aktif di antara kecepatan 72 kpj hingga 180 kpj. Ketika All New Accord melaju mendekati garis jalan. Peringatan di spidometer akan muncul diikuti alarm. Berbarengan, setir akan dikoreksi agar mobil kembali ke lajurnya.

Nah mesti diingat juga, ketika sopir mengaktifkan lampu sein, maka kedua sistem ini akan nonaktif. Sebab komputer membaca kalau mobil memang ingin berpindah jalur. Waspada juga pada kondisi jalan yang tidak ada marka jalan. Maka fitur ini otomatis akan nonaktif.

Baca juga: Honda Civic Estilo Milik Juragan Alat Tulis Ini Bisa Tebas Supercar!