Bikin Volkswagen Klasik Jadi Segar Kembali

Bikin Volkswagen Klasik Jadi Segar Kembali

KabarOto.com - Mobil klasik atau mobil tua, memang memiliki pesonanya sendiri. Namun di zaman sekarang, mobil-mobil tua ini sudah banyak yang termakan usia. Banyak juga mobil-mobil yang lama didiamkan, hingga kondisinya menjadi berantakan, berkarat hingga tidak bisa jalan. Tetapi, justru mobil-mobil bahan seperti itulah dicari oleh penggemar mobil tua, kemudian direstorasi agar bisa kembali seperti semula.

Salah satu bengkel yang menghidupkan kembali mobil-mobil tua ini adalah Rektas, berlokasi di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Bengkel yang berdiri sejak 2010 ini, lebih berfokus kepada mobil-mobil keluaran Volkswagen (VW) lansiran lawas atau tua.

Baca juga: Restorasi BMW 530 MLE 1976, Cikal Bakal BMW M

Proses pengerjaan bagian bodi

Proses restorasi mobil-mobil klasik ini cukup panjang, satu mobil memerlukan waktu hampir satu tahun. Itu jika pengerjaannya cukup maksimal, dan membutuhkan pengerjaan lebih detail untuk mendapatkan tingkat kemiripan dengan kondisi asli kendaraan.

Didut Trisayto Wibowo, selaku owner dari bengkel Rektas ini menjelaskan prosesnya. Dimulai dengan pendataan mobil dan penjadwalan pengerjaan. Proses pengerjaan dengan membongkar dan melepas satu persatu komponen, mulai dari bodi hingga bagian mesin.

"Cat yang nempel dibodi dikerok atau dikupas, hal ini untuk mengetahui bagian bodi yang berkarat lalu bagian tersebut diperbaiki. Dikupas itu juga harus bersih banget. Setelah dikupas bersih, baru di epoxy. Supaya pelat yang masih utuh pun jangan sampe karatan lagi. Jadi terlindungi selama nanti proses bodi repair," jelas Didut.

Bodi dikerjakan tanpa ada sasis dan mesin

Bahkan bagian sasisnya pun juga dipisahkan dari bodi, lalu bodi diberi rangka penopang supaya tidak bergeser, selama bodi repair. Proses bodi repair ini memang memakan waktu yang panjang. Tergantung pula kondisi mobilnya. Namun rata-rata mobilnya bermula dari mobil bahan, dengan kondisi yang berantakan.

Setelah pengerjaan bodi repair selesai, masuk proses pengecatan. Disini kadang yang butuh kerjasama antara tukang cat, dengan tukang las, dan satu lagi tukang perbaikan bodinya. Kadang udah masuk jadwal cat, masih ada yang perlu diketok. Soalnya kita ngejar supaya dempulnya setipis mungkin. Kalo bisa malah jangan pake dempul," lanjut Didut.

Baca juga: Mercedes-Benz G-Wagon Bekas Militer Ini Direstorasi Total

Interior dalam proses restorasi

Proses-proses restorasi ini juga ditargetkan Didut untuk serapih mungkin. Serta mendekati bentuk asli bawaan pabriknya. Bahkan kalau bisa sampai tig welding bawaan pabrik sampai terlihat. Bagian yang juga krusial dalam sebuah mobil tua adalah karet-karetnya. Termakan usia, karet menjadi getas dan akhirnya membuat rembes ketika hujan, efek rembesan airnya lama-lama menimbulkan karat.

Bengkel Rektas ini juga melakukan restorasi untuk bagian karet-karet. Bahkan hingga list-list krom di bagian kaca. Yang juga menjadi salah satu ciri khas mobil klasik. Restorasinya bahkan juga dilakukan hingga ke bagian lampu. “Ga lucu kan bodinya mulus, lampunya kusem,” tukas Didut.

Kabel-kabel menggunakan model yang berkualitas dan baru

Mobil VW juga terkenal dengan mesin boxernya. Bagian mesin boxer ini juga direstorasi. Soal hal tersebut, Didut menambahkan, “Sparepart mesin kebanyakan order. Kalo mesin lebih kearah daily performance kalo untuk VW. Biasanya saya masukin dari Amerika."

Restorasi mobil klasik, bukan tanpa kendala dan faktor penghambat. Kadang yang bikin lama juga bukan pihak bengkel. Didut mengatakan “Dari konfirmasi ke konsumennya. Misal, udah siap cat lalu milih warnanya lama, bingung jadinya. Kedua, penambahan aksesori, konsumen tuh kadang mau nambah komponen lampu bahkan indikatornya. Ketiga pada saat pemilihan interior, pemilihan berdasarkan order akan membuat pekerjaan lebih lama."

Baca juga: Lamborghini Miura Ini Direstorasi dan Dimodifikasi Secara Total

Restorasi mesin menjadi bagian terpenting

Nah, kalau sudah melalui semua tahap, mulai dari bodi repair, pengecatan hingga restorasi mesin. Barulah semua mobil ini dirakit. Mulai dari kaki-kaki, mesin, kabel-kabel, hingga interior. Selesai perakitan, dilakukanlah tes jalan. Jika semua sudah normal, maka mobil sudah selesai direstorasi dan siap menjalani kehidupan barunya.

Tentang harga, owner Rektas ini terdiam sejenak. Baru ia melanjutkan percakapan. “tidak bisa diprediksi, karena banyak faktor-faktor yang mempengaruhi. Makin banyak komponen yang digunakan baik pada mesin maupun bagian bodi. Bisa keluar uang banyak, rentang harga dari Rp 150 Juta sampai Rp 450 Juta bisa habis."

Pengecatan menggunakan proses oven

Budget tersebut pun hanya restorasinya saja. Belum termasuk bahan. Untuk bahan VW Kodok sendiri mulai di angka sekitar Rp 40 juta. Hingga bahan yang paling mahal bahkan menyentuh angka Rp 250 juta. Semua tergantung tipe dan kelangkaannya. Terkadang juga ada yang mempermainkan harga bahan VW Kodok.

Meskipun Rektas lebih berfokus kepada restorasi VW. Rektas juga menerima brand-brand lain untuk direstorasi. Seperti misalnya Toyota dengan Corolla DX nya, serta Fiat 124 Sport. Yang juga sedang dalam tahap restorasi oleh Rektas.

Jadi, tertarik untuk merestorasi mobil-mobil klasik? Jangan lupa siapkan budget yang cukup ya. Supaya hasil restorasinya bisa maksimal. (Gregorius Nikolaus.P)